Kalau semua sudah pakai IT dan e-commerce apa gak nambah pengangguran?
Pertanyaan di judul itu saya dapatkan di sebuah seminar tentang pemasaran bunga modern yang di adakan sebuah Himpunan Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang. Pertanyaan yang cukup mendasar dan kalau dipikir-pikir sekilas ada benernya juga.
Kalau semakin banyak perusahaan sudah menerapkan IT secara efisien, maka yang terjadi pertama adalah rasionalisasi perusahaan dengan penurunan jumlah karyawan yang sangat drastis. Belakangan ini aplikasi-aplikasi perkantoran sudah sedemikian canggihnya mulai dari aplikasi dasar sampai pada taraf integrasi seluruh sistem dalam perusahan dengan ERP (Enterprice Resource Planning). Belum lagi ditambah dengan CRM ( Customer Relationhip Management) yang terintgrasi dengan website perusahaan yang dilengkapi sistem e-commerce. Membuat seluruh proses bisnis terotomatisasi sedemikian rupa sehingga untuk mengurus sebuah perusahaan yang beromzet jutaan dolar tidak lagi dibutuhkan ribuan atau mungkin ratusan karyawan.
jadi benar dong!? IT akan meningkatkan jumlah pengangguran?
Pernyataan pak Purdie Chandra di suatu seminar EU di Surabaya. Beliau mengatakan bahwa mengapa di negara-negara maju itu tingkat pengangguran justru lebih sedikit dari negara miskin atau berkembang dan karyawan dihargai jauh lebih tinggi. Ternyata jawabannya cukup sederhana. Dinegara-negara maju, untuk mendirikan sebuah bisnis atau usaha itu sangat dimudahkan dan untuk mendapatkan modal juga sangat mudah. Sehingga perbandingan antara pengusaha dan karyawan menjadi lebih seimbang. kontras dengan kondisi di negara berkembang seperti negara kita tercinta ini.
Jadi kalau boleh disimpulkan, IT bukan sesuatu yang harus ditakutkan sebagai sebab banyaknya pengangguran. Untuk mengurangi penganggura, yang harus di tingkatkan adalah jumlah entrepreneur atau usahawan sampai jumlah yang rasional dengan tenaga kerja yang ada. Dengan itu akan otomatis mengurasngi jumlah pengangguran dan karyawanpun akan tetap mendapat kesejahteraan yang layak karena kembali ke hukum ekonomi, jika sumberdaya sedikit dan permintaan meningkat, maka nilainya juga meningkat.
Kalau semua ingin jadi pengusaha gimana? pakai IT saja ![]()
Popularity: 8% [?]


setiaji said,
Wrote on August 3, 2007 @ 2:26 am
Saya pernah mengalami situasi yang ‘memanas’ akibat implementasi ERP di tempat kerja. Ada arus pemikiran yang begitu kuat soal akibat implementasi ERP, yaitu adanya pengurangan jumlah karyawan besar-besaran. Jadi tantangan yang dirasakan tim IT tidak hanya berkutat di hal-hal teknis, tapi juga bertambah di soal karir orang per orang karyawan yang bagian/departemennya terlibat implementasi ERP. Dan benar-benar hal yang tidak mudah bagi tim IT utk Go Live sesuai jadwal karena adanya faktor penghambat di luar teknis. Disini diperlukan sosok implementor yang mampu menjembatani antara tim IT yang berkutat di teknis dengan orang-orang yang diluar IT. Mungkin seperti dokter yang memasukkan benda asing ke tubuh pasien, semakin ahli dokternya, antibodi yang terbentuk di tubuh pasien tidak terlalu keras reaksi baliknya..
firdaus said,
Wrote on August 4, 2007 @ 8:39 am
Betul mas,
orang-orang yang tidak mau berubah menjadi lebih baik akan tergilas oleh perubahan jaman yang semakin cepat.
setuju harus ada orang yang nggak cuman melek IT, tapi ngerti managemen juga bisnis. itu yang banyak dibutuhkan sekarang.
mungkin seperti mas Setiaji contohnya
erween said,
Wrote on August 18, 2007 @ 4:58 pm
“Betul mas,
orang-orang yang tidak mau berubah menjadi lebih baik akan tergilas oleh perubahan jaman yang semakin cepat.
setuju harus ada orang yang nggak cuman melek IT, tapi ngerti managemen juga bisnis. itu yang banyak dibutuhkan sekarang.”
Setuju!!!